Selasa, 13 Juli 2010
Resensi "Buku Gado-gado Pelangaran Iklan"
Judul: Gado-gado Pelanggaran Iklan
Penulis: THEPI (Teropong Hukum dan Etika Pariwara Indonesia)
Editor: Fajar Junaedi, dkk
Pengantar: Setio Budi HH (Wakil Ketua ASPIKOM)
Penerbit: Kreasi Wacana (Yogyakarta)
Cetakan: Pertama, 2010
Tebal: 132 halaman
ISBN: 978-602-8784-14-6
Mencampakkan Etika dalam Beriklan
Tak banyak sampai saat ini buku yang membahas secara spesifik mengenai berbagai bentuk pelanggaran iklan yang ditulis olah para praktisi maupun pemerhati iklan di Indonesia. Namun, buku yang membahas tentang sebuah penegakan Etika Pariwara dikaitkan dengan peran sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mempunyai konsentrasi pada bidang periklanan dalam mendorong penegakan dengan memperhatikan etika yang mungkin masih sangat sedikit. Dan inilah salah satunya yang telah diterbitkan oleh Kreasi Wacana bekerja sama dengan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat THEPI (Teropong Hukum dan Etika Pariwara Indonesia) dalam menyoroti fenomena periklanan saat ini yang makin semrawut bak ceceran sampah ditengah kota.
Buku hasil karya para mahasiswa periklanan dalam bentuk bunga rampai, kumpulan artikel sekaligus analisis dari para penstudi dan aktifis penegak etika periklanan yang berlatar belakang fenomena pelanggaran yang kian kasat mata dan tak terkendali. Berbagai artikel tersebut ditulis secara khusus (dalam arti merupakan hasil dari kajian mata kuliah), dan dibukukan sebagai hasil dari karya mahasiswa program studi terkait. Dengan mengusung tema pelanggaran etika periklanan dalam realitas, buku ini diharapkan dapat memperkaya khazanah intelektual dalam dunia akademik modern. Selain itu sebagai wujud dari keprihatinan para calon praktisi maupun akademisi dibidang ini, mengingat saat ini berbagai bentuk pelanggaran yang marak dan kian menjamur memenuhi ruang publik (public sphare).
Sebenarnya iklan yang dianggap nir-etika telah ada semenjak iklan itu sendiri lahir. Menurut Allport, dalam studinya tentang pengaruh iklan dalam kaitannya dengan psikologi, iklan memungkinkan dalam penciptaan aktor-aktor sosial yang sangat ketakutan secara terus menerus, seorang aktor dapat mengatasi ketakutannya dengan pertolongan terus-menerus pula dari produk-produk. Sehingga produk seolah memposisikan diri sebagai solusi nyata menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada pada konsumen. Kemudian hal yang paralel dikemukakan oleh para intelektual Frankfurt, Max Hokeimer dan Theodor Adorno pada 1947 dalam The Dialectic of Enlightment. Keduanya menyatakan bahwa adanya teknik-teknik manipulatif iklan dan propaganda yang terjadi di dalam masyarakat konsumen.
Pengantar buku ini ditulis oleh Setio Budi HH, yang mana dia adalah seorang analis komunikasi dari Atma Jaya dan Wakil Ketua ASPIKOM dengan judul “Menegakkan Etika di Rimba Periklanan”. Buku ini cocok dibaca bagi siapa saja, khususnya para pemerhati periklanan maupun etika dalam periklanan, mengingat saat ini terdapat tak sedikit fenomena yang memprihatinkan manakala dalam pemasangan dan pemilihan kata yang bisa dianggap tidak pantas dan cenderung hiperbolis, superlatif bahkan sarat akan unsur penipuan dari iklan yang ada. Hal tersebut yang dikatakan melanggar. Karena dalam kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI) telah tercantum dengan jelas konteks-konteks yang ditetapkan guna melindungi masyarakat dari penyimpang iklan. Dalam penyajiannya buku ini secara menyeluruh berisikan analisis dari masing-masing penulis (mahasiswa) sesuai dengan apa yang dikaji dalam mata kuliah Hukum dan Etika Periklanan yang dikemas dengan bahasa yang ringan sehingga mudah untuk dapat dipahamin oleh siapapun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

keren boz.
BalasHapusmenarikk
BalasHapus