Selasa, 11 Mei 2010

akal-akalan media dan konspirasi

Kontroversi dan Konspirasi ‘Kiamat 2012’


Seiring dirilisnya film “2012” di bioskop seluruh dunia, publik dibuat gempar sekaligus paranoid atas menyeruaknya isu kiamat 2012 yang menyita perhatian, dibumbui pernyataan paranormal terkemuka Mama Laurent di media akhir-akhir ini. Dalam Bullet Theory, dinyatakan bahwa perilaku individu-individu akan dipengaruhi langsung oleh media, karena media memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi khalayak.(Wiryanto,2000;51). Siapa yang tidak kenal paranormal yang diakui banyak menjadi rujukan media dengan ramalan-ramalan jitunya ini. Pernah dia meramalkan 2008 banyak terjadi perceraian artis di Indonesia dan itu pun banyak terjadi. Bahkan dia juga pernah meramalkan awal pemerintahan SBY pada 2004 akan terjadi bencana besar, alhasil 2005 terjadi sunami di aceh yang mengakibatkan ratusan ribu nyawa melayang. Ke’jitu’an Mama Laurent tersebut semakin membuatnya di ‘sohih’kan publik. Akan tetapi perlu kita ingat, bahwa dia bukan tuhan ataupun dewa yang sehebat itu mampu memprediksi kiamat. Seolah masyarakat mengkultuskannya seseorang setinggi itu hingga iman terhadap Tuhan YME pudar.

Saat ini dia (Mama Laurent) meramalkan lagi bahwa tahun 2012 akan terjadi kiamat, apakah kita juga akan terhipnotis ramalan itu?. Kiamat bukan hal yang bisa manusia tentukan. Membuka pandangan kita tentang masa depan yang begitu panjang demi kelangsungan hidup manusia. Manusia dikaruniai pikiran yang mempunyai kemampuan untuk menganalisa banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan. Kembali ke masalah isu 2012, pada awal 2002 juga muncul isu berasal dari seorang anggota Freemasonry (Konspirasi Yahudi tingkat dunia yang memayungi Zionisme di Amerika, Eropa bahkan Dunia) bernama samaran Leo Zagami dari Prancis, yang membocorkan tentang rencana sistematis konspirasi untuk mengacaukan dunia dengan pelbagai cara, salah satunya adalah adu domba kekuatan besar, perang saudara, perang nuklir yang bertujuan untuk mengurangi populasi umat manusia (baca: Genosida) di dunia pada Tahun 2012 mendatang.

Dari sebuah isu tersebut memunculkan multi-interpretasi dipelbagai kalangan yang ditandai dengan lahirnya beragam buku yang membahas 2012, akan ditemui banyak sekali versi menurut bidangnya masing-masing. Contoh : pada bidang agama mengisahkan akan munculnya Dajjal dari Segitiga Bermuda pada 2012, di bidang Astronomi meramalkan akan terjadi benturan antara bumi dengan planet Nibiru (20 kali besar jupiter) akan muncul dan menabrak bumi. Tahun 1976, sebuah buku kontroversi berjudul "The twelfth Planet" diluncurkan oleh Zecharia Sitchin. Dalam bukunya, Sitchin menginterpretasikan bahwa planet Nibiru akan menabrak bumi pada tahun 2002, dikarenakan itu sama sekali tidak terjadi, maka Sitchin meralat bukuya untuk mengubah kejadian tersebut akan terjadi pada 2012. Kemudian dibidang politik, diprediksi Amerika dan Sekutunya akan berperang melawan negara-negara ‘pembangkang’ atas dalih membahayakan perdamaian dunia, dan pelbagai bidang lain yang mengerucut dalam satu kesimpulan. Semua itu secara kebetulan terakumulasi pada tahun 2012.

Semua kemungkinan itu bisa terjadi mengingat deteksi dan analisis oleh kemajuan teknologi yang begitu canggih sekarang ini. Paralel dengan itu semua, wacana yang paling pertama mencuat isu berakhirnya dunia pada 2012 adalah suku Maya, dimana peradabannya berawal sejak sekitar 5200 tahun yang lalu. Mereka (suku Maya) memiliki kalender tersendiri (Long Count) yang berakhir pada tahun 2012, dan para peneliti memprediksikan suku ini akan musnah seraya kalender mereka berakhir. Kemudian ada interpretasi lain dengan statement bahwa akhir dari suku maya berakhir pula peradaban manusia di bumi. Tetapi hal itu dibantah oleh Apolinario Chile Pixtun, seorang sesepuh suku Maya di Guetamala yang mengeluhkan hal ini. Ia mengaku lelah karena terus ditanya soal 21 Desember 2012. Menurutnya, ide kiamat 2012 datang dari orang-orang barat, bukan dari suku Maya. Dari pernyataan Apolinario tersebut sedikit terkuak ada keganjilan pada para peneliti barat yang seolah terdapat pemanfaatan mitos dari suku Maya sebagai propaganda barat atas dunia. Menurut Roland Barthes, mitos digunakan untuk mengungkapkan atau memperkuat nilai-nilai yang dominan yang berlaku pada waktu tertentu (Roland Barthes dalam Mythology, 2006).

Dari salah satu pemuncul wacana 2012 tersebut oleh Leo Zagami (yang terakhir diketahui menjadi seorang Muslim), itu merupakan manifestasi kepentingan konspirasi untuk menguasai dunia dengan menciptakan satu pemerintahan dunia baru (New World Order) di bukit Zion, Israel. Tentunya mereka (konspirasi) mempunyai banyak musuh yang akan menghalangi niat mereka memegang kendali atas dunia sesuai tata aturan yang mereka tentukan (New World Order). Maka mereka memanfaatkan ‘senjata-senjata’ perpanjangan tangan mereka yakni organisasi dan lembaga dipelbagai bidang untuk menciptakan opini publik tatkala semua itu bagian dari konspirasi untuk menciptakan kekacauan sistematis dengan menggiring manusia kesatu opini dimuka bumi, sehingga cita-cita New World Order atas mereka (konspirasi) bisa tercapai dengan lebih mudah.

Jika semua itu dipahami. Maka interpretasi publik seharusnya tidak terlalu jauh berspekulasi bahwa pada tahun 2012 akan terjadi kiamat yang berarti berakhirnya dunia (Doms Day ) seperti yang di isukan belakangan ini. Akan tetapi jika yang terjadi adalah bencana yang tidak memusnahkan seluruh umat manusia, maka logika sederhananya, bahwa sebenarnya setiap detikpun terjadi kiamat kecil (mikro) mulai dari kematian seseorang sampai ke bencana alam.

Pernah kita diterpa isu dengan angka cantik, bahwa pada 09-09-1999 pukul 09.09 akan terjadi kiamat. Yang pada saat itu sempat menggemparkan masyarakat. Jika ditelaah secara logika awam saja, dibagian dunia mana dulu waktu 09-09-1999 pukul 09.09 itu terjadi, padahal setiap setiap derajat bujur bumi, waktunya akan selisih. Maka hancurlah isu tersebut seiring dengan pembuktian bahwa pada saat itu tidak terjadi apapun. Pemikiran kritis kita sebagai khalayak perlu diperkuat dengan banyak referensi, sehingga akan berfikir secara rasional dengan tidak selalu dengan mudah termakan isu. Apakah isu seperti itu masih bisa melemahkan keimanan manusia terhadap sang pencipta? Ataukah wacana ini sengaja diciptakan hanya sebagai pengalihan perhatian publik yang sedang dilanda krisis peradaban.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar